Tafsir Ibnu Katsir Surah Maryam ayat 41-45

Tafsir Al-Qur’an Surah Maryam
Surah Makkiyyah; surah ke 19: 98 ayat

tulisan arab alquran surat maryam ayat 41-45

“Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam al-Kitab (al-Qur’an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang
sangat membenarkan lagi seorang Nabi. (QS. 19:41) Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya: ‘Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolongmu sedikit pun? (QS. 19:42) Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. (QS. 19:43) Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Yang Mahapemurah. (QS. 19:44) Wahai ayahku, sesungguhnya aku khawatir bahwa engkau akan ditimpa adzab oleb Yang Mabapemurah, maka engkau menjadi kawan bagi syaitan.’” (QS. 19:45)
 (Maryam: 41-45)

Allah berfirman kepada Nabi-Nya, Muhammad: “Ceritakanlah didalam al-Qur’an tentang kisah Ibrahim dan bacakanlah kepada kaummu para penyembah berhala itu serta ceritakanlah kepada mereka tentang keadaan Ibrahim Khalilur-rahman yang merupakan nenek moyang mereka, dan mereka sendiri mengaku penganut agamanya. Sesungguhnya dia adalah seorang Nabi yang jujur, bagaimana beliau melarang ayahnya menyembah berhala-berhala.”

Dia berfirman: yaa abati lima ta’budu maa laa yasma’u wa laa yubshiru wa laa yughni ‘anka syai-an (“Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?”) yaitu tidak memberi manfaat padamu dan tidak mampu menolak bahaya darimu.

Yaa abati innii qad jaa-anii qad jaa-anii minal ‘ilmi maa lam ya’tika (“Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu penjetahuan yang tidak datang kepadamu.”) Dia berkata: “Jika aku merupakan keturunanmu dan engkau lihat aku lebih kecil darimu, karena aku adalah anakmu, maka ketahuilah sesungguhnya aku mendapatkan sebagian ilmu dari Allah sesuatu yang belum engkau ketahui dan belum datang kepadamu, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus,” yaitu jalan lurus yang dapat mengantarkanmu meraih sesuatu yang dicari dan selamat dari sesuatu yang ditakuti.

Yaa abati laa ta’budisy syaithaan (“Wahai ayahku janganlah engkau menyembah syaitan,”) yaitu janganlah engkau mentaatinya dalam beribadah kepada berhala-berhala itu.

Firman-Nya: innasy syaithaana kaana lir rahmaani ‘asyiyyan (“Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Yang Mahapemurah,”) yaitu mefanggar lagi sombong dengan tidak mentaati Rabbnya, sehingga ia diusir dan dijauhkan. Maka, janganlah engkau mengikutinya yang nantinya engkau akan menjadi lama dengannya.

Yaa abati innii akhaafu ay yamassaka ‘adzaabum mir rahmaani (“Wahai ayahku, sesungguhnya aku kbawatir bahwa engkau akan ditimpa adzab dari Yang Mahapemurah,”) yaitu atas kesyirikan dan pelanggaran-pelanggaranmu kepada perintah yang diberikan untukmu, yaitu tidak ada lagi pemelihara, penolong dan pembantu bagimu kecuali iblis, padahal tidak ada urusan sedikit pun kepadanya atau kepada yang lainnya, keikutsertaanmu kepadanyalah yang mengantarkanmu memperoleh adzab.

Bersambung

https://alquranmulia.wordpress.com/tag/tafsir-ibnu-katsir-surah-maryam-ayat-41-45/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s