Cara Setting VPN KlikBCA Bisnis di iPhone, iPad

Pagi-pagi begitu nyampe ke kantor si boss manggil menanyakan apakah bisa KlikBCA Bisnis di setting di iPhone miliknya, saya langsung jawab BISA, dan saya coba ilustrasikan di iPhone milik saya

Klikbca Bisnis tidak seperti KlikBCA untuk pengguna pribadi, KlikBCA Bisnis harus menggunakan koneksi VPN ke server BCA sebelum user bisa mengakses situs web KlikBCA Bisnis. Berikut ini adalah Cara setting VPN KlikBCA Bisnis untuk perangkat iDevices seperti iPhone, iPad atau iPod Touch.

Masuk ke aplikasi ‘Settings’.
Kemudian masuk ke menu ‘General’
Pilih ‘Add VPN Configuration’. Pilih ‘IPSec’. Kemudian lengkapi form yang tersedia sebagai berikut:

  • Description: KlikBCA Bisnis
  • Server: vpn.tarumanagara.com
  • Account: nama pengguna yang diberikan oleh BCA
  • Password: biarkan ‘Ask Every Time’
  • Use Certificate: OFF
  • Group Name: SME
  • Secret: vpn3000

Kemudian Tekan ‘Save’ untuk meyimpan.

Sampai di sini Cara setting VPN KlikBCA Bisnis sudah selesai

Untuk mengaktifkan VPN KlikBCA Bisnis, buka aplikasi ‘Settings’. Pilih VPN dari OFF menjadi ON. Atau apabila mempunyai lebih dari satu konfigurasi VPN, anda bisa masuk ke menu ‘General’ – ‘VPN’, lalu pilih konfigurasi VPN yang kita inginkan sebelum menggeser OFF menjadi ON. Setelah itu sistem akan menanyakan password. Jawab dengan menggunakan jawaban APPLI 1 dari KeyBCA anda.

Kemudian setelah VPN terhubung (satus menjadi connected) , anda bisa mengakses KlikBCA Bisnis melalui alamat https://ibc.klikbca.com:8002/sme/login.jsp.

Demikianlah Cara Setting VPN KlikBCA Bisnis di iPhone, iPad, berdasarkan pengalaman saya, semoga Bermanfaat.

sumber : http://onlinemikrotik.blogspot.com/2016/03/cara-setting-vpn-klikbca-bisnis-di.html

Cara Mematikan / Disable ‘Quick Access’ di File Explorer pada Windows 10

Cara Disable Quick Access – Pada File Explorer di Windows 10 terdapat salah sat fitur baru yang amat mencolok. Ya, Quick Access. Fitur ini akan menampilkan file dan folder yang baru saja kamu akses dan paling sering kamu akses. Ketika kita mengakses File explorer di Windows 10, halaman yang akan ditampilkan pertama kali adalah Quick Access.

Sekilas fitur ini sangat berguna. Untu membuka file atau folder yang sering kita akses tidak perlu lagi mengexplore folder-folder (ini mungkin memakan sedikit waktu), karena cukup sekali klik saja kita sudah bisa mengaksesnya melalui Quick Access. Kemudian, kalau kita lupa lokasi suatu file atau folder yang baru kita buat, kita akan terbantu dengan adanya Quick Access ini. Karena fitur ini akan menampilkannya. Dan masih banyak tentunya keuntungan yang diberikan oleh fitur yang satu ini.

Adakah kekurangan fitur Quick Access ini? Setiap kelebihan selalu ada kekurangan. Tidak terkecuali bagi fitur baru pada file explorer ini, Quick Access. Ingat, fitur ini akan menampilkan file dan folder yang sering kita akses. Pastinya kita memiliki data-data yang menjadi privasi dan tidak boleh sembarang orang mengaksesnya. Namun, karena keseringan kita mengakses data yang bersifat rahasia tersebut, besar kemungkinan akan muncul di baris pertama Quick Access. Nah, ketika ada orang lain memakai laptop/komputer kita, lalu membuka file explorer, pastinya dia secara tidak sengaja melihat file-file apa saja yang sering kita akses. Dengan begitu, orang asing tersebut bisa saja iseng membuka-buka data pribadi kita yang bersifat rahasia.

Maka dari itu, untuk menghindari tangan-tangan jahil, saya pribadi lebih cenderung menonaktifkan / disable fitur Quick Access ini. Alasanya hanya satu, untuk mengamankan file-file yang dianggap vital.

Dalam artikel ini juga saya akan membagikan cara mematikan fitur Quick Access ini. Ada beberapa opsi yang bisa kita lakukan untuk mengakali fitur Quick Access ini.

Cara Mematikan / Disable Quick Access di File Explorer Windows 10

Buka file explorer -> Klik menu File -> Kemudian pilih Change folder and search options. Akan muncul jendela folder options.

Begini Cara Mematikan Disable'Quick Access' di File Explorer pada Windows 10 (2)Untuk menonaktifkan fitur Quick Access (agar tidak lagi menampilkan file dan folder yang sering diakses) hilangkan tanda ceklist pada Show recently used files in Quick access dan Show frequently used folders in Quick access. Jika sudah klik ApplyOK

Begini Cara Mematikan Disable'Quick Access' di File Explorer pada Windows 10 (2)Setelah kita disable fitur tersebut, kita tidak akan melihat lagi di halaman Quick Access file dan folder yang sering dibuka.

Selanjutnya…

Buat agar File Explorer selalu mengkases “This PC” ketika pertama kali dibuka

Secara default, ketika kita membuka file explorer untuk pertama kali, pasti kita akan langsung diarahkan ke Quick Access, dan akan ditampilkan pada kita file-file dan folder-folder yang sering diakses dan yang terakhir kita akses.

Jika kita ingin membuatnya langsung diarahkan ke “This PC” (Pada varian windows sebelumnya bernama “My Computer“), kita bisa lakukan dengan satu langkah mudah.

Begini Cara Mematikan Disable'Quick Access' di File Explorer pada Windows 10 (2)Pada jendela folder options, ubah opsi pada Open File Explorer to dari “Quick Access” menjadi “This PC“.

Begini Cara Mematikan Disable'Quick Access' di File Explorer pada Windows 10 (2)

Sekarang file explorer tidak akan lagi memberikan kemudahan akses pada file atau folder yang sering diakses. Jadi, kita mesti meng-explore folder untuk mengakses file-file. Dan ketika kita membuka file explorer, maka akan langsung diarahkan ke “This PC“.

Konfigurasi Samba File Sharing Server

Nama : Alzi Kurniawan SAMBA FILE SHARING SERVER Tanggal : Senin, 8 Februari 2016
Kelas :  XI TKJ 3 SK/KD :
No. JobSheet : 5 Guru Produktif : Suyatno S.Kom
  1. Tujuan

Dapat menjalankan Samba Server yang berfungsi berbagi file pada type Sistem Operasi yang berbeda, Contoh dari Ubuntu server ke Windows XP.

  1. Pendahuluan

Samba server merupakan salah satu fasilitas yang ada pada sistem operasi linux yang bisa digunakan untuk melakukan sharing file dan printer pada jaringan yang menggunakan system operasi windows dan linux. Nama samba diambil dari SMB yaitu sebuah protocol yang mengatur metode sharing file dan pringer pada windows. Untuk menggunakan samba ada beberapa hal yang harus kita install pada distro linux kita yaitu : Samba-client, Samba-common System-config-samba (optional), Samba swat (optional)

III. Alat dan Bahan

  1. Laptop / PC yang sudah terinstal sistem operasi
  2. Software Virtual Box
  3. File ISO Ubuntu Server 12.04
  4. File ISO Windows XP ( client )
  1. Langkah Kerja
  2. Konfigurasi ADAPTOR pada Masing masing ISO yang terinstall di VirutalBox
  3. Ubuntu Server :

Adaptor 1 –> Bridge Adaptor

Adaptor 2 –> Internal Adaptor

  1. Windows XP :

Adaptor 1 –> Internal Adaptor

  1. Konfigurasi DHCP Server

Pastikan anda sudah mengkonfigurasi DHCP Server. Sebelumnya sudah saya bahas mengenai DHCP server disini

  1. Konfigurasi PC Router

Jika belum mengkonfigurasi PC Router silahkan lihat disini

  1. Konfigurasi Samba Server
  2. Pertama Install terlebih dahulu Sambanya dengan cara ketik :

apt-get install samba

y [enter]

  1. Kedua membuat folder pada ubuntu dengan cara mengetik :

mkdir namafile

contoh : mkdir DATA

  1. Lalu ubah untuk mengubah hak akeses pada folder yang kita buat tadi dengan cara ketik :

chmod 777 namafolder

contoh : chmod 777 DATA

  1. Ketiga mengedit file sambanya agar bisa tersambung ke client dengan cara

nano /etc/samba/smb.conf

  1. setelah itu masukan perintah berikut : (ketiknya di paling bawah)

[global]

security = share

[data read only]

comment = share

path = /home/namauser/namafolder/ atau letak folder yang tadi dibuat berada  (contoh : /home/alzikk/DATA)

public = yes

browseable = yes

writeable = yes

  1. Setelah itu save dengan menekan CTRL+O, enter, CTRL+X
  2. Restart samba serverya dengan cara ,

service smbd restart

service nmbd restart

  1. Mengecek pada Komputer Clinet (Win XP)
  2. Jalankan Windows XP terlebih dahulu
  3. Masuk ke run dengan cara tekan WINDOWS+R
  4. setalah itu masukan no IP (eth1)

\\no IP Address

contoh : \\192.168.2.1 ==> OK

  1. Lihat apakah sudah ada folder data yang tadi dibuat…

Setting up Samba

3Setting up Samba

Now that Samba is installed, we need to create a directory for it to share:

mkdir /home/<username>/sambashare/

The command above creates a new folder sambashare in our home directory which we will share later.

The configuration file for Samba is located at /etc/samba/smb.conf. To add the new directory as a share, we edit the file by running:

sudo nano /etc/samba/smb.conf

At the bottom of the file, add the following lines:

[sambashare]
    comment = Samba on Ubuntu
    path = /home/username/sambashare
    read only = no
    browsable = yes

Then press Ctrl-O to save and Ctrl-X to exit from the nano text editor.

What we’ve just added

  • [sambashare]: The name inside the brackets is the name of our share.
  • comment: A brief description of the share.
  • path: The directory of our share.
  • read only: Permission to modify the contents of the share folder is only granted when the value of this directive is no.
  • browsable: When set to yes, file managers such as Ubuntu’s default file manager will list this share under “Network” (it could also appear as browseable).

Now that we have our new share configured, save it and restart Samba for it to take effect:

sudo service smbd restart


https://tutorials.ubuntu.com/tutorial/install-and-configure-samba#0

Cara menambah user baru untuk akses samba

Apa itu samba? samba adalah sebuah layanan file sharing yang tersedia di Linux. Aplikasi file sharing berbasis samba ini dapat diakses dari multi sistem operasi seperti Windows, MacOSX dan linux itu sendiri. Berikut adalah tutorial-tutorial samba yang pernah saya tulis sebelumnya:
  1. Panduan membangun layanan folder sharing dengan samba di Ubuntu Server
  2. Cara mengakses layanan samba dari terminal atau console
  3. Cara membuat network drive di windows dari layanan samba
  4. Membangun layanan folder sharing samba tanpa password
  5. Tutorial membangun layanan samba dengan multi user
  6. Cara mengakses layanan folder sharing samba dari windows, linux desktop dan macOSX

 

Maka pada tutorial kali ini saya akan membahas bagaimana cara menambah user baru untuk mengakses layanan file sharing samba tersebut. Perlu anda ketahui, bahwa untuk menjadi user pengguna layanan samba, sebelumnya user tersebut harus sudah terdaftar sebagai user sistem operasi, jika belum, maka anda harus membuat dulu user tersebut di dalam sistem operasi.
Berikut ini yang akan terjadi jika saya menambah user samba baru dengan nama budi, dimana user budi tersebut belum terdaftar sebagai user di dalam sistem operasi yang menjalankan layanan samba:

 

Untuk menambah user baru ke dalam sistem operasi, anda bisa menjalankan perintah:

 sudo adduser paijo

 

nama paijo disini adalah nama user baru yang saya daftarkan ke dalam sistem operasi (bukan user samba). Kemudian saya masukkan password untuk user paijo dan informasi lainnya untuk melengkapi data user paijo di dalam sistem seperti berikut:

 

Setelah selesai, saatnya saya menambahkan user paijo tersebut ke dalam layanan samba, dengan menjalankan perintah:

 sudo smbpasswd -a paijo

dari perintah di atas anda akan diminta memasukkan password baru untuk mengakses layanan samba, anda bisa menggunakan password yang berbeda yang digunakan untuk masuk ke dalam sistem:

 

Maksud saya memberi password yang berbeda antara password paijo untuk sistem dan password paijo untuk samba adalah agar user paijo nantinya hanya mendapatkan hak akses untuk masuk ke layanan samba saja, dan tidak saya beri hak akses untuk masuk ke dalam sistem operasi.
Setelah user paijo untuk akses samba berhasil saya buat, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan user paijo ke dalam layanan samba melalui file konfigurasinya. Saya buka file smb.conf dengan perintah:

 

 sudo vim /etc/samba/smb.conf

kemudian di bagian konfigurasi layanan file sharing folder profiles berikut ini:

 [profiles]
 comment = Samba
 path = /home/himawan/samba
 guest ok = no
 browseable = yes
 create mask = 0777
 create directory mask = 0777
 directory mask = 0777
 valid users = himawan
 write list = himawan
 writeable = yes

Rencananya, saya akan menambahkan user paijo sebagai user yang hanya bisa mengakses salah satu layanan file sharing pada folder profiles, sehingga konfigurasinya menjadi seperti di bawah ini:

 [profiles]
 comment = Samba
 path = /home/himawan/samba
 guest ok = no
 browseable = yes
 create mask = 0777
 create directory mask = 0777
 directory mask = 0777
 valid users = himawan
 write list = himawan
 read list = paijo
 writeable = yes

selesai memasukkan user paijo, konfigurasi tersebut saya simpan dengan menjalankan perintah

 [ESC] :wq

 

apakah setelah itu saya langsung bisa menggunakan user paijo yang saya buat untuk akses layanan file sharing samba? oh tentu belum, saya harus merestart layanan file sharing samba tersebut dengan perintah:

 

 sudo service smbd restart

 

agar perubahan file konfigurasi tersebut dibaca ulang oleh server dan user paijo berhasil diaktifkan. Selesai restart, maka saya baru bisa masuk ke layanan file sharing menggunakan user paijo. Selamat mencoba dan terima kasih telah berkunjung 🙂

CARA MENGHAPUS VIRTUAL MACHINE DI PROXMOX

Kali ini saya akan membagikan cara menghapus sebuah VM (Virtual Machine) di Proxmox 5.1 (Web-based display). Semoga bermanfaat :

1. Masuk ke dalam tampilan Proxmox di web browser Anda
2. Pilihlah salah satu VM yang hendak dihapus
3. Lihat ke menu bar sebelah kanan atas, klik More dan pilih Remove
4. Lalu akan muncul pop-up pemberitahuan penghapusan VM. Masukkan ID (nomor) VM yang telah tertera di pop-up tersebut (disini ID nya 103)
5. Setelah itu Proxmox akan memprosesnya dan menghapusnya
Selesai, VM pada Proxmox Anda telah dihapus permanen
Terimakasih telah berkunjung ke blog saya, mohon maaf jika ada kesalahan kata/materi, semoga postingan saya kali ini bermanfaat (karena saya sebelumnya sayapun kebingungan gimana caranya hapus VM yang gak terpakai lagi supaya hemat disk space). Wabillahitaufiq walhidayah,
Wassalammu’alaikum wr wb

Continue reading “CARA MENGHAPUS VIRTUAL MACHINE DI PROXMOX”

Cara Mengupload File ISO ke Proxmox

Cara Mengupload File ISO ke Proxmox

upload file ISO ke proxmox sebenarnya mudah,mungkin bagi yang baru mempelajari cloud computing pasti bingung. inilah beberapa langkah mengupload file IOS ke proxmox :
1. Login Proxmox kemudian mucul tampilan proxmox

Reza Saputra
2. Masuk menu datacenter dan pilih local
Reza Saputra
3. Pada tab content, click upload dan pilih iso yang akan di upload
Reza Saputra

Continue reading “Cara Mengupload File ISO ke Proxmox”

Cara Mengganti dan Membuat Tulisan Copyright di Joomla

Dalam artikel blog Pelajaran Joomla ini, saya akan memberikan tips untuk membuat dan mengganti tulisan hak milik atau copyright sesuai keinganan Anda. Alasan mengapa perlu diganti tulisan hak milik ini tentu agar mematenkan konten dari blog atau website kita menjadi hak cipta kita sepenuhnya.

Continue reading “Cara Mengganti dan Membuat Tulisan Copyright di Joomla”